Yulianto is Piyut

Sekedar Celotehan dan Ungkapan Perasaan

Soto Betawi

Posted by piyut on Tuesday, August 19, 2008

Long weekend kemarin aku dan keluarga main ke Bandung di kopo, tepatnya di lanud sulaiman. Karena belum ada mobil sendiri, aku manfaatkan fasilitas dari kantor. Kebetulan kantor memperbolehkan karyawan untuk memakai mobil operasional waktu liburan (weekend). Sabtu pagi berangkat, perjalanan kurang lebih 2 jam, kena macet di tol cikampek. Plan awal, senin pagi baru pulang dan langsung mau main ke karawaci untuk makan soto betawi tapi karena takut kecapekan, minggu sore aku balik jakarta.

Senin siang langsung cabut ke karawaci, sebelumnya mampir dulu di rumah Pak De. Kita memutuskan untuk jalan-jalan dulu di Supermall karawaci, sempat main di arena permainan anak-anak, kalau tidak salah namanya “Lost World”, tempatnya di lantai 2. Karena perut sudah lapar, langsung menuju ke lokasi soto betawi di alamanda cafe, tepatnya pas di depan perumahan harkit setelah fly over. Ternyata eh ternyata, cafe-cafe di situ sudah di gusurin dan dibuat taman harapan kita..hmm..secara sudah 4 tahun tidak main ke karawaci. Akhirnya mampir di Bakso solo super, masih di harkit, not bad lah rasanya. Ada yang tau soto betawi yang enak ?? kangen banget nih sama soto yang bersanten…

Posted in Tulisan | 3 Comments »

Mengatasi masalah mounting NFS hang di hp-ux

Posted by piyut on Friday, August 8, 2008

Minggu ini di salah satu server hp ada masalah dengan mounting NFS. Mounting NFS-nya nge-hang dan menyebabkan beberapa hal:

  1. Disk hasil mounting nfs tidak bisa diakses
  2. Command bdf akan nge-hang
  3. ls -al di root directory (/) akan nge-hang

Aku sudah melakukan troubleshooting, mulai dari umount (failed, device busy), stop nfs.client (failed, cann’t umount) dan yang lebih narsis lagi kill -9 semua pid nfs…hehehehe.. Setelah berkutat dengan om gugling, akhirnya ketemu juga caranya, berikut langkah yang harus dilakukan:

  1. kill proses syncer
  2. edit /etc/mnttab dan remove mounting NFS
  3. start syncer (/usr/sbin/syncer -s), option -s disini artinya syncer tidak akan meng-update /etc/mnttab

Perhatian, langkah ini sebaiknya jangan dilakukan karena mounting nfs tidak bisa digunakan lagi dan mungkin harus reboot server agar normal kembali (use for special case only!!!). Sebenarnya mounting point hasil nfs masih ada di system dan masih tidak bisa diakses…:D

Posted in HP-UX | Leave a Comment »

My new bike

Posted by piyut on Tuesday, July 29, 2008

Keinginan untuk mempunyai motor sport akhirnya kesampaian juga. Motor megapro sudah terjual 7 juni 2008 oleh teman dari HMPC, thx to bro yudo. Setelah motor diambil, aku masih belum punya penggantinya, sebelumnya sudah pernah ditawarin CBR 150R dari temen di bengkel, aku langsung telepon temen untuk lihat motor yang mau dijual. Awalnya, ada niat untuk beli CBR 150R yang baru tp karena harganya terlalu tinggi dan untuk ‘nunggangin dengan aman’ masih lama, akhirnya diputuskan untuk beli yang second. Setelah ketemuan di bengkel Fastcorner, aku langsung jatuh hati sama motornya. Sebagai seorang suami yang pastinya harus ‘rembukan’ dulu sama istri, aku langsung telepon istri dan memberitaukan kondisi motor dan tentunya, harga dari motor, istri bilang OK dan kalau bisa ditawar. Aku langsung tawar menawar dengan si penjual dan akhirnya deal dengan harga 26.5 juta. Kondisi motor masih mulus, spesifikasi motor CBR 150R waktu itu:

  • Honda CBR 150R tahun 2006
  • Warna kuning, full body termasuk velg
  • Knalpot Yoshimura titanium
  • Footstep racing yoshimura
  • Rear tyre: Battlax BT39 120
  • Front tyre: Battlax BT39 90
  • Rear hugger
  • Spion kawasaki ninja
  • Winshield custom CBR
  • Seatcowl kuning
  • CDI lek
  • Koil yamaha YZ
  • Pilot Jet 42
  • Busi Iridium
  • Per kopling racing
  • Tank pad, triple-clamp protector
  • 4-level adjustable clutch lever

Thanks to bro dani yang sudah merelakan motornya.

Motor megapro – SOLD

Old bike

Old bike

My new bike Honda CBR 150R

My new bike

My new bike

Posted in Otomotif | 8 Comments »

Firda sudah bisa jalan sendiri

Posted by piyut on Tuesday, July 29, 2008

Alhamdulillah,

Akhirnya saat yang dinanti-nanti datang juga. Firda, putri pertamaku sudah bisa berjalan. Suenenge polllll lihat firda berjalan sendiri, suatu anugerah dari Allah yang sangat indah. Terima kasih ya Allah sudah memberikan anugerah yang begitu besar pada kami.

Posted in Tulisan | Leave a Comment »

Pulang Kampung

Posted by piyut on Monday, June 23, 2008

Akhirnya ada kemauan juga untuk ngeblog setelah absen kurang lebih 2 bulan…huahuahua. Sabtu pagi, 14 Juni 2008, aku sekeluarga pulang kampung ke dusun kelahiranku, tepatnya di dusun Jasem, Kelurahan Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Transportasi menggunakan KA Taksaka pagi, malamnya sudah pesan taksi Expres dan minta dijemput jam 7 pagi (cari taksi yang tarif lama biar lebih murah). Jam setengah 7 di telepon dari pihak Expres memberitaukan kalau belum ada taksi yang available, huekkk…aku minta di hubungi lagi jam 7 kurang seperempat kalau belum ada taksi yang available, buat jaga-jaga cari taksi lain. Aku tungguin sampai jam 7 kurang 10, gak ada telepon juga dari Expres, yo wes.. aku ambil keputusan untuk cari taksi lain di jalan depan komplek, takutnya nanti keburu ke gambir. Sekitar jam 7 lebih dikit, akhirnya dapat juga taksinya dan langsung meluncur ke gambir. (Kecewa sama pelayanan taksi Expres).

Alhmdulillah, perjalanan lancar dan sampai di gambir kurang lebih jam setengah 8, jadwal kereta berangkat sesuai yang tertulis di tiket jam 8.15, masih sempet jalan-jalan di gambir sama anak istri (maklum…sudah hampir 2 tahun tidak ke gambir :D ). Jarun jam sudah menunjukkan jam 8.15, tapi kereta belum datang juga. hmm…seperti biasa, pasti molor. Kereta berangkat jam 8.45..

Dalam perjalanan, alhamdulillah…anakku (firda) tidak rewel dan bisa diajak bercanda, ini kali pertama anakku naik kereta. Awalnya, aku ma istri agak takut kalau anak rewel di dalam kereta, maklumlah…ini pengalaman pertama aku dan istri bawa anak naik kereta. Sesekali firda merengek, mungkin bosen kali ya…tapi setelah aku gendong dan aku ajak jalan-jalan, firda langsung diem dan matanya selalu memperhatikan hal-hal yang masih asing.

Jam setengah 5 sore, sampai juga aku ke stasiun tugu jogja. Istri langsung telepon adiknya, sebelumnya sudah janjian sama kedua adik ipar kalau mereka mau weekend di jogja dan sekalian jemput di stasiun. Jam 5 mereka sampai di stasiun dan kami langsung meluncur ke rumah. Adzan maghrib, sampai juga aku dirumah..hmmm..udaranya bener-bener suegerrr…beda jauh sama udara di jakarta. Ortu langsung keluar dan mereka sangat senang anak dan cucunya sampai dengan selamat.

Acara jalan-jalan dimulai dari hari minggu sekalian nganter adik ipar ke pool bis Joglo Semar, shuttle bis Jogja-Semarang. Tujuan pertama adalah di AmPlaz (Ambarukmo Plaza), sekalin ke carefour untuk beli makanan buat firda dan kompor gas buat ortu. Mobil ditinggal untuk aku pinjem buat jalan-jalan selama di jogja. Thx buat bapak ibu mertua yang sudah meminjamkan mobil…(hmmm…kapan ya bawa mobil sendiri…? )

Senin, aku memutuskan untuk stay di rumah, barengan dengan ulang tahun firda, buat nasi kuning dan bagi-bagi bingkisan ke anak-anak di kampung. Hari Selasa, pergi ke Manding, pusat kerajinan kulit di Bantul, tepatnya di jalan parangtritis. Kami pergi berlima, aku, istriku, firda, dan bapak ibu. Aku beliin bapak jaket kulit, ibu dan istri tas dan sandal. Rabunya aku pergi ke malioboro untuk beli oleh-oleh. Cuaca di jogja puanas banget klo siang, malamnya duingin…..

Kamis, pergi ke Gembiraloka. Hmm…Kebon Binatang Gembiraloka, dari pendapatku, tidak terawat dan terkesan kumuh, bau tidak enak tercium dimana-mana dan satwanya tidak banyak. Setelah muterin BonBin, kami langsung pulang dan mampir dulu di Restoran Wong Solo untuk makan siang.

Jumat, mertua dari Semarang datang dan aku jemput di pool bis Joglo Semar. Rencana mereka mau nginep di Jogja tapi karena kesibukan dari bapak mertua, yang notabene adalah ketua RT dan menjadi panitia dalam PilGub Jateng, mereka memutuskan untuk balik sore. Sore itu juga mereka pulang setelah sebelumnya jalan-jalan di malioboro dan mampir ke rumah, ketemu dengan ortuku. Mobil sekalian di bawa pulang ke Semarang.

Sabtu, waktu untuk istirahat, terutama untuk si kecil. Firda pasti kecapekan, tidur gak nyaman dalam gendongan selama jalan-jalan. Aku minta si ibu untuk nganterin ke tukang pijet bayi, kebetulan ada tetangga yang kerjaanya jadi dukun bayi.

Minggu pagi, aku pulang naik KA Argo Lawu, berangkat dari stasiun tugu jam 8.53 pagi. Sampai di stasiun jatinegara jam 4.30 sore dan aku langsung ke toko sepeda untuk beli hadiah ulang tahun firda.

Liburan yang melelahkan tapi mengasyikkan….

Posted in Tulisan | 2 Comments »

Novel: Gajah Mada

Posted by piyut on Wednesday, April 9, 2008

Akhir-akhir ini aku sering baca novel. Baru saja aku merampungkan novel Gajah Mada, karya Langit Kresna Hariadi. Mungkin agak telat karena novel ini sudah lama terbit dan dijual di toko-toko buku. Aku suka dengan cerita-cerita sejarah kerajaan yang didalamnya terdapat cerita tentang tokoh-tokoh jaman kerajaan dulu yang mempunyai olah kanuragan dan ilmu-ilmu yang mumpuni. Sebelum membaca Gajah Mada, aku sudah membaca cerita silat (cersil) tentang mahesa jenar dalam novel Naga Sasra  Sabuk Inten karya SH Mintarja. Saking asyiknya, aku sampai lupa waktu dan tempat. hehehe..sampai kantor aku langsung buka komputer dan langsung baca Naga Sasra Sabuk Inten, beruntung waktu itu tidak banyak kerjaan. Saking menikmati dan menghayati dengan sedikit berkhayal, aku bisa mempraktekkan pada waktu mahesajenar mengeluarkan ilmu andalannya, Sasrabirawa.

Mengenai novel Gajah Mada, aku baru merampungkan Gajah Mada I. Sebelum aku membaca novel Gajah Mada, terbesit dalam pikiran kalau dalam novel ini akan bercerita tentang siapa Gajah Mada, semacam biografi gitu lah. Tapi ternyata pikiranku meleset jauh, dalam novel Gajah Mada I ini. Gajah Mada langsung diceritakan menjadi seorang ‘bekel’ di kerajaan Majapahit, tidak diceritakan dari mana asal Gajah Mada, siapa orangtuanya dan sanak saudara. Gajah Mada adalah seorang ‘bekel’ yang gagak perkasa, cerdas, tegas ,mempunyai olah kanuragan yang tinggi dan berwibawa. Dia menjadi pimpinan dari sebuah pasukan Bhayangkara, pasukan pengaman raja dan keluarganya. Inti dari novel Gajah Mada I ini adalah pemberontakan dari seorang rakrian Kuti (Ra Kuti) dan rakrian-rakrian yang lain (Ra Pangsa, Ra Banyak, Ra yuyu, Ra Tanca, dll), pemberontakan terbesar di jaman Majapahit. Ra Kuti dan teman-temannya berhasil mengambil alih istana Majapahit. Jayanegara sempat dilarikan oleh pasukan Bhayangkara pimpinan Gajah Mada, begitu pula dengan keluarga kerajaan. Dalam pemberontakan ini, banyak cerita-cerita yang menarik dan bisa buat orang penasaran dengan adanya telik sandi di kubu pemberontak dan dari pasukan Bhayangkara itu sendiri. Sangat susah aku untuk menebak, siapa telik sandi dari Bhayangkara dan dari pasukan pemberontak. Bagi yang belum membaca, novel Gajah Mada I ini sangat menarik dan layak untuk di baca. Novel Gajah Mada II sudah menunggu, beli atau pinjem lagi ? hehehe….

Posted in Tulisan | 4 Comments »

Sinetron Cahaya membosankan

Posted by piyut on Thursday, April 3, 2008

Dulunya aku suka dengan sinetron Cahaya, gaya kocak si tante Elga, kepolosan Cahaya dan banyak lagi adegan-adegan di sinetron ini yang bikin ketawa. Seiringnya dengan makin panjangnya cerita dalam sinetron ini, aku merasa ada yang aneh dan janggal di setiap episode, banyak adegan yang menurutku aneh dan tidak masuk akal di kehidupan sehari-hari. Istriku juga berkomentar sama, apakah ini memang disengaja agar emosi dari penonton ikut dalam cerita atau mungkin ada hal lain kenapa cerita dari sinetron ini sudah mulai membosankan? Cerita terakhir yang aku dan istri tonton adalah episode tadi malam, 3 maret 2008. Disitu ada adegan dimana Eva menjebak Raka dan Cahaya dan mereka dikurung dalam satu rumah kontrakan, didalam rumah itu sudah ada semua perlatan mandi. Selama 3 hari mereka di kurung, Satria menyuruh Agung untuk mencari Cahaya. Dalam pencarian, Agung bertanya kepada seseorang dengan menunjukkan foto Cahaya dan kebetulan orang tersebut kenal dan tau dimana Cahaya tinggal. Orang tersebut tak lain dan tak bukan adalah suruan dari Eva. Agung langsung menyampaikan berita tersebut ke bosnya, Satria langsung mencari rumah tersebut. Di sisi lain, dengan kelicikan Eva, pintu rumah yang dipakai untuk mengurung Raka dan Cahaya dibuka kuncinya, dengan maksud agar Satria bisa langsung masuk ke rumah. Rencana Eva tepat sekali, waktu Satria datang ke rumah kontrakan, dia langsung buka pintu dan disaat yang sama, Eva memasukkan mainan ular-ularan ke kamar rumah kontrakan. Cahaya yang ada dikamar sehabis mandi, kontan langsung kaget dan berteriak, Raka yang mendengar teriakan Cahaya, langsung menuju ke kamar, dengan reflek Cahaya langsung memeluk Raka yang pada saat itu baru selesai mandi dan hanya memakai singlet. Satria yang sudah masuk ke rumah kontrakan langsung melihat adegan tersebut dan langsung memukul Raka dan menyeret Cahaya untuk di bawa pulang. Cahaya mencoba menjelaskan kalau tuduhan Satria salah tapi tidak di gubris. Kelakuan Eva tidak berhenti disitu aja, dia mulai bersikap baik dan berusaha untuk menjebak lagi, dia minta Satria mengecek rumah kontrakan, apakah ada bukti Cahaya berselingkuh. Dan anehnya, sewaktu Satria datang ke rumah kontrakan, di situ sudah ada dvd, tv dan photo-photo Raka dan Cahaya selama ada di rumah kontrakan. Yang bikin aku bosan, kenapa Satria percaya begitu saja, apa tidak berpikir, pasti ada orang yang membuat gambar/foto Raka dan Cahaya? Membosankan sekali! itu hanya salah adegan dari sekian banyak adegan yang membosankan!

Posted in Tulisan | 14 Comments »

Seminggu bertarung melawan sakit

Posted by piyut on Wednesday, April 2, 2008

Selama seminggu kemarin, anakku Firda terkena penyakit panas, batuk dan pilek. hmm..mungkin kecapekan main sama om dan tantenya selama long weekend kemarin atau mungkin karena cuaca yang tidak bersahabat, musim pancaroba sering membawa penyakit terutama anak-anak, lha orang dewasa saja juga mengalaminya. Inilah pertama kalinya, aku dan istriku menerima cobaan dari Allah dalam mengurus anak. Mulai senin setelah long weekend kemarin, Firda sudah mulai batuk-batuk dan pilek. Sampai hari rabu, Firda minum obat penurun panas dan batuk, obat persediaan, kebetulan waktu masih di bandung, Firda diberikan obat penurun panas oleh dokter setelah imunisasi. Malam kamisnya, Firda belum menunjukkan kemajuan, masih batuk, pilek dan sudah mulai panas. Aku memutuskan untuk segera di bawa ke dokter. Kamis paginya, aku dan istri langsung meluncur ke RSIA Hermina Jatinegara, dokter yang prakter pagi adalah dr maryunis. Dokter bilang Firda terkena radang dan gejalan demam biasa, bisa karena tertular oleh anak-anak tetangga. Dokter memberikan obat puyer, penurun panas dan obat muntah. Sampai hari Jumat, kondisi Firda belum membaik juga. Jumat malam, Firda mau check-up ke dokter lagi, belum sampai 500 meter dari rumah, Firda muntah-muntah di taksi dan langsung nangis, di susu-in tidak mau, akhirnya aku memutuskan untuk balik ke rumah. Sebelumnya mampir di klinik Ibin Sina, disana ada dokter umum. Dokternya memerika sebentar kemudian memberikan obat puyer dan antibiotik, kasihan si Firda, masih kecil sudah minum obat macam-macam. Sesampainya di rumah, aku memutuskan untuk tidak memberi obat puyer yang barusan di dapat dari dokter umum, Firda cukup meminum obat dari dokter anak. Malamnya, suhu badan Firda masih belum turun juga, bahkan bisa dibilang lebih parah dari hari-hari sebelumnya. Firda cuman bisa nangis karena mungkin merasakan pusing yang begitu sangat akibat kepalanya panas. Astaghfirullah, aku cek dengan termometer, suhu badan Firda 39 derajat. Sabtu pagi, aku bawa Firda ke dokter maryunis lagi. Di RS, dokter langsung menyarankan untuk cek darah. Sekitar satu jam, hasil laboratorium keluar juga dan hasilnya NIHIL, alhamdulillah, tidak ada gejala DB atau tipes. Kata dokter, mungkin obatnya masih belum bereaksi banyak dan suhu badan berkurang pelan-pelan. Malam minggunya, bener-bener membuat aku dan istri khawatir, suhu badan Firda tidak kunjung turun, bahkan lebih parah dari malam sebelumnya, suhu badan Firda naik turun. Semaleman Firda tidak tidur karena merasakan pusing kepala gara-gara suhu badang yang tinggi, terasa panas banget waktu aku sentuh kepala Firda. Aku sempat nangis karena tidak tau harus berbuat apa dan kasihan melihat Firda semalaman nangis. Aku sms ortu di bantul dan kakak dibandung, memberitaukan kondisi Firda yang tidak kunjung membaik. Minggu paginya, kakak sekeluarga dari bandung datang kerumah yang sebelumyna meminta “suwok” ke orang tua. Firda langsung diminumin air putih yang sudah dibacakan doa. Percaya gak percaya, kata temen kakak, Firda “ketempelan” makhluk halus yang ada di pintu belakang dan kata kakak, pagi itu juga sudah di ambil sama temen kakak, Astaghfirullahhal’adzim! Siangnya, Firda sudah mulai membaik dan malam harinya, Firda sudah bisa tidur nyenyak meskipun masih belum seperti biasa. Hari-hari berikutnya Firda sudah menunjukkan kemajuan, suhu badan Firda sudah normal tapi masih sedikit pilek dan batuk. Suara Firda juga habis karena selama seminggu Firda sering nangis. Suaranya jadi nge-bass, mirip kayak suara artis di sinetrok bunga…hehehe.. Alhamdulillah, Firda sudah bisa bercanda dan maem banyak. Pagi ini, ortu dari bantul datang. Semoga, Firda cepet sembuh dan sehat! Amin!

Posted in Tulisan | Leave a Comment »

insf -e, damn it!

Posted by piyut on Thursday, February 28, 2008

Damn! hari ini aku melakukan kesalahan karena kecerobohan dan tidak jeli nya aku dalam bekerja. Gara-gara kesalahan yang aku buat, database oracle di server production down! Command “insf -e” ternyata penyebab masalahnya. Be careful with this command if you want to install special file at hp-ux, especially when you want to detect new LUN!!!

Posted in HP-UX, Tulisan | 4 Comments »

Firda sudah punya 2 gigi

Posted by piyut on Wednesday, February 27, 2008

Alhamdulillah, gigi Firda sudah tumbuh, ada 2 gigi di rahang bawahnya. Sebelum giginya tumbuh, Firda sering banget gigit rahang dan bibirnya, kata ibu, Firda merasa gatel karena mau tumbuh gigi. Agak susah untuk lihat lebih jelas giginya, mesti di waktu Firda tidur.  Hihihi…hati-hati ya ma waktu nyusuin Firda..:D Sekarang Firda lagi belajar untuk bisa merambat. Firda sering pegangan tangan dikursi dan berusaha untuk bisa berdiri, tapi masih belum kuat. Untuk sementara, Firda baru bisa berdiri dengan lutut sambil tanganya memegang kursi. Tetap semangat ya anakku !!! Mama Papa akan selalu mendampingi dan menjaga Firda.

gigi-firda.jpg

Posted in Tulisan | Leave a Comment »