jump to navigation

Seminggu bertarung melawan sakit Wednesday, April 2, 2008

Posted by piyut in Tulisan.
add a comment

Selama seminggu kemarin, anakku Firda terkena penyakit panas, batuk dan pilek. hmm..mungkin kecapekan main sama om dan tantenya selama long weekend kemarin atau mungkin karena cuaca yang tidak bersahabat, musim pancaroba sering membawa penyakit terutama anak-anak, lha orang dewasa saja juga mengalaminya. Inilah pertama kalinya, aku dan istriku menerima cobaan dari Allah dalam mengurus anak. Mulai senin setelah long weekend kemarin, Firda sudah mulai batuk-batuk dan pilek. Sampai hari rabu, Firda minum obat penurun panas dan batuk, obat persediaan, kebetulan waktu masih di bandung, Firda diberikan obat penurun panas oleh dokter setelah imunisasi. Malam kamisnya, Firda belum menunjukkan kemajuan, masih batuk, pilek dan sudah mulai panas. Aku memutuskan untuk segera di bawa ke dokter. Kamis paginya, aku dan istri langsung meluncur ke RSIA Hermina Jatinegara, dokter yang prakter pagi adalah dr maryunis. Dokter bilang Firda terkena radang dan gejalan demam biasa, bisa karena tertular oleh anak-anak tetangga. Dokter memberikan obat puyer, penurun panas dan obat muntah. Sampai hari Jumat, kondisi Firda belum membaik juga. Jumat malam, Firda mau check-up ke dokter lagi, belum sampai 500 meter dari rumah, Firda muntah-muntah di taksi dan langsung nangis, di susu-in tidak mau, akhirnya aku memutuskan untuk balik ke rumah. Sebelumnya mampir di klinik Ibin Sina, disana ada dokter umum. Dokternya memerika sebentar kemudian memberikan obat puyer dan antibiotik, kasihan si Firda, masih kecil sudah minum obat macam-macam. Sesampainya di rumah, aku memutuskan untuk tidak memberi obat puyer yang barusan di dapat dari dokter umum, Firda cukup meminum obat dari dokter anak. Malamnya, suhu badan Firda masih belum turun juga, bahkan bisa dibilang lebih parah dari hari-hari sebelumnya. Firda cuman bisa nangis karena mungkin merasakan pusing yang begitu sangat akibat kepalanya panas. Astaghfirullah, aku cek dengan termometer, suhu badan Firda 39 derajat. Sabtu pagi, aku bawa Firda ke dokter maryunis lagi. Di RS, dokter langsung menyarankan untuk cek darah. Sekitar satu jam, hasil laboratorium keluar juga dan hasilnya NIHIL, alhamdulillah, tidak ada gejala DB atau tipes. Kata dokter, mungkin obatnya masih belum bereaksi banyak dan suhu badan berkurang pelan-pelan. Malam minggunya, bener-bener membuat aku dan istri khawatir, suhu badan Firda tidak kunjung turun, bahkan lebih parah dari malam sebelumnya, suhu badan Firda naik turun. Semaleman Firda tidak tidur karena merasakan pusing kepala gara-gara suhu badang yang tinggi, terasa panas banget waktu aku sentuh kepala Firda. Aku sempat nangis karena tidak tau harus berbuat apa dan kasihan melihat Firda semalaman nangis. Aku sms ortu di bantul dan kakak dibandung, memberitaukan kondisi Firda yang tidak kunjung membaik. Minggu paginya, kakak sekeluarga dari bandung datang kerumah yang sebelumyna meminta “suwok” ke orang tua. Firda langsung diminumin air putih yang sudah dibacakan doa. Percaya gak percaya, kata temen kakak, Firda “ketempelan” makhluk halus yang ada di pintu belakang dan kata kakak, pagi itu juga sudah di ambil sama temen kakak, Astaghfirullahhal’adzim! Siangnya, Firda sudah mulai membaik dan malam harinya, Firda sudah bisa tidur nyenyak meskipun masih belum seperti biasa. Hari-hari berikutnya Firda sudah menunjukkan kemajuan, suhu badan Firda sudah normal tapi masih sedikit pilek dan batuk. Suara Firda juga habis karena selama seminggu Firda sering nangis. Suaranya jadi nge-bass, mirip kayak suara artis di sinetrok bunga…hehehe.. Alhamdulillah, Firda sudah bisa bercanda dan maem banyak. Pagi ini, ortu dari bantul datang. Semoga, Firda cepet sembuh dan sehat! Amin!